Mendengarkan Anak Sebelum Menasihati: Langkah Sederhana dalam Parenting
Artikel · Ani Sumarni, S.Pd., M.Pd · 2026-10-06

Ilustrasi ruang, bukan dokumentasi kegiatan.
Ketika anak menolak belajar, berebut mainan, atau menangis karena permintaannya tidak dipenuhi, orang tua sering ingin segera memberi nasihat. Namun, sebelum menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan, kita bisa mulai dengan memahami apa yang sedang terjadi.
Mendengarkan anak bukan berarti membenarkan semua perilakunya. Orang tua tetap dapat menetapkan aturan sambil memberi ruang bagi anak untuk menyampaikan perasaan dan kebutuhannya.
Mulai dengan mengamati, bukan memberi label
Ucapan seperti “Kamu malas” atau “Kamu selalu susah diatur” dapat membuat percakapan berpusat pada penilaian terhadap anak. Cobalah menyebutkan perilaku yang terlihat secara konkret.
Misalnya:
“Dari tadi buku tugasnya belum dibuka. Ada bagian yang terasa sulit?”
Pertanyaan ini memberi kesempatan bagi anak untuk menjelaskan. Mungkin ia belum memahami tugas, sedang lelah, atau ingin ditemani. Jawabannya membantu orang tua menentukan langkah berikutnya.
Dengarkan tanpa buru-buru menyelesaikan masalah
Saat anak mulai bercerita, berikan waktu untuk menyelesaikan kalimatnya. Jika memungkinkan, letakkan ponsel dan arahkan perhatian kepadanya.
Orang tua dapat menanggapi dengan kalimat sederhana:
“Kamu kecewa karena tadi tidak diajak bermain?”
Tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa kita sudah memahami semuanya. Beri ruang bagi anak untuk mengoreksi: “Bukan itu, aku kesal karena mainanku diambil.”
Percakapan seperti ini membantu orang tua memahami persoalan yang sebenarnya ingin disampaikan anak.
Akui perasaannya, tetap batasi perilakunya
Perasaan dan tindakan perlu dibedakan. Anak boleh marah atau kecewa, tetapi orang tua tetap perlu menghentikan tindakan yang menyakiti.
Contohnya:
“Kamu boleh kesal karena mainannya diambil. Tetapi memukul tidak boleh. Kita berhenti dulu, lalu bicarakan cara meminta mainannya kembali.”
Kalimat tersebut mengakui perasaan anak sekaligus menyampaikan batas yang jelas. Sesuaikan panjang penjelasan dengan usia dan kemampuan anak memahami bahasa.
Berikan pilihan yang dapat Anda terima
Pilihan sederhana dapat digunakan ketika suatu kegiatan tetap harus dilakukan.
Daripada bertanya, “Mau membereskan mainan atau tidak?”, cobalah:
“Kita akan membereskan mainan. Kamu ingin mulai dari balok atau mobil-mobilan?”
Kedua pilihan tetap sesuai dengan aturan keluarga. Hindari menawarkan pilihan yang sebenarnya tidak boleh diambil anak.
Pilih waktu yang lebih tenang untuk berbicara
Ketika suasana sedang memanas, percakapan panjang bisa sulit dijalankan. Orang tua dapat menghentikan tindakan yang tidak aman, memberi waktu untuk tenang, lalu melanjutkan pembicaraan.
Jika orang tua sendiri merasa kewalahan, gunakan jeda singkat selama anak tetap dalam keadaan aman:
“Ibu sedang kesal dan perlu menenangkan diri sebentar. Setelah itu kita bicara lagi.”
Jeda bukan alasan untuk mengabaikan masalah. Kembali pada percakapan ketika Anda lebih siap mendengarkan dan menjelaskan.
Orang tua juga boleh memperbaiki cara berkomunikasi
Tidak setiap percakapan berjalan sesuai harapan. Jika sempat membentak, orang tua dapat mengakui tindakannya tanpa mencabut aturan yang memang diperlukan.
Misalnya:
“Tadi Ayah berbicara terlalu keras. Ayah minta maaf. Aturan tentang tidak memukul tetap berlaku, tetapi Ayah ingin menjelaskannya dengan lebih tenang.”
Memperbaiki percakapan memberi kesempatan untuk memulai kembali. Parenting tidak menuntut orang tua selalu memiliki jawaban yang sempurna.
Mulai dari satu kebiasaan kecil
Anda tidak perlu mengubah seluruh pola komunikasi sekaligus. Pilih satu kebiasaan yang bisa dicoba hari ini:
- Mendengarkan sampai anak selesai bercerita.
- Mengganti label dengan pertanyaan.
- Menyampaikan batas dengan kalimat yang lebih jelas.
Perhatikan respons anak dan sesuaikan pendekatan dengan usia, kebutuhan, serta keadaan keluarga Anda.
Jika ingin mendiskusikan komunikasi orang tua dan anak, Anda dapat menghubungi Pelita Kita melalui formulir kontak di website untuk menanyakan layanan parenting, jadwal, dan biaya. Pelita Kita berbasis di Cikembar, Sukabumi, dan juga menerima pertanyaan layanan dari calon klien di luar daerah, termasuk Jakarta dan Bandung.