WhatsApp Image 2026 06 18 At 18.55.16 1024x576

Sudah Sibuk Mengurus Banyak Hal, Tapi Sudahkah Kita Mengenal Diri Sendiri?

Refleksi dari Kajian “Mengenal Diri, Menata Hati” di Pendopo Kabupaten Sukabumi

Kesibukan seolah sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Mengurus keluarga, pekerjaan, organisasi, dan berbagai aktivitas lainnya sering kali membuat kita lupa pada satu hal yang sangat penting, yaitu mengenal diri sendiri.

Inilah pesan utama yang disampaikan dalam kajian “Mengenal Diri, Menata Hati” yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026, di Pendopo Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan yang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta, yang terdiri dari anggota Dharma Wanita Kabupaten Sukabumi, PKK, dan masyarakat umum.

Kajian disampaikan oleh Ani Sumarni, M.Pd., CH., CHt, praktisi Pendidikan Anak Usia Dini sekaligus praktisi hypnotherapy yang telah banyak mendampingi keluarga dan masyarakat dalam membangun kesehatan mental dan emosional.

Sebuah Pertanyaan Sederhana yang Mengajak Kita Merenung

Di awal kajian, peserta diajak untuk merenungkan sebuah pertanyaan sederhana.

“Kita sudah sibuk mengurus banyak hal, tetapi sudahkah kita benar-benar mengenal diri sendiri?”

Pertanyaan ini terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari, kita sering kali begitu fokus menjalankan berbagai peran sebagai orang tua, pasangan, pekerja, maupun anggota masyarakat, hingga lupa mendengarkan kebutuhan diri sendiri.

Padahal, mengenal diri merupakan langkah awal untuk membangun ketenangan batin dan menjaga kesehatan mental.

Menata Hati Sebelum Menata Banyak Hal

Dalam sesi kajian, peserta diajak memahami bahwa hati yang tenang akan membantu kita menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan lebih baik.

Ketika hati dipenuhi oleh kekhawatiran, rasa kecewa, amarah, atau beban yang dipendam terlalu lama, tubuh dan pikiran pun ikut merasakan dampaknya.

Karena itu, penting bagi setiap orang untuk belajar menerima diri, memahami emosi, dan memberikan ruang untuk beristirahat secara batin.

Menata hati bukan berarti menghilangkan semua masalah, melainkan belajar berdamai dengan keadaan dan menemukan cara yang lebih sehat dalam menjalani kehidupan.

Sesi Hypnotherapy Release Emosi yang Menyentuh Hati

Salah satu sesi yang paling berkesan adalah Hypnotherapy Release Emosi.

Peserta diajak melakukan relaksasi dan refleksi diri untuk melepaskan berbagai emosi yang selama ini mungkin tersimpan di dalam hati.

Suasana di Pendopo Kabupaten Sukabumi berubah menjadi begitu tenang, khidmat, dan penuh haru. Tidak sedikit peserta yang merasakan ketenangan mendalam, bahkan meneteskan air mata sebagai bentuk pelepasan beban emosi yang selama ini dipendam.

Momen ini menjadi pengingat bahwa merawat kesehatan emosional bukanlah sebuah kemewahan, melainkan sebuah kebutuhan.

Karena ketika hati kita sehat, kita akan lebih mampu menghadirkan ketenangan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Merawat Diri Bukanlah Sikap Egois

Sering kali kita merasa bersalah ketika meluangkan waktu untuk diri sendiri.

Padahal, merawat diri adalah bagian dari ikhtiar agar kita tetap kuat menjalankan berbagai peran dalam kehidupan.

Kita tidak bisa terus-menerus mengisi kehidupan orang lain jika diri kita sendiri sedang kosong.

Mari mulai dari langkah sederhana:

  • Luangkan beberapa menit setiap hari untuk mengenali apa yang sedang dirasakan.
  • Beri ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat, baik secara fisik maupun emosional.
  • Belajar menerima bahwa tidak semua hal harus berjalan sempurna.
  • Jangan ragu meminta bantuan ketika merasa lelah.

Karena pada akhirnya, keluarga yang sehat berawal dari pribadi yang sehat, dan hati yang tertata akan membantu kita menata kehidupan dengan lebih baik.

Terima kasih kepada seluruh peserta, Dharma Wanita Kabupaten Sukabumi, PKK, dan masyarakat umum yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Semoga kajian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di tengah padatnya aktivitas, kita tetap perlu menyediakan waktu untuk kembali mengenal, menerima, dan mencintai diri sendiri.

Sebab sebelum mengurus banyak hal, kita perlu terlebih dahulu merawat diri dan menata hati.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *